Dari beberapa temanku mereka mengatakan, apa yang engkau pertahankan dari sebuah hubungan?
apakah itu waktu,keluarga, keyakinan, atau cinta & sayang?
Mungkin aku tak pernah bisa menjawab detil tentang itu, mungkin beberapa orang berpikir bahwa aku tidak pernah bisa move on atau berpaling. Aku hanya terpaku pada seseorang yang tidak dapat menjanjika apapun.
Entah mengapa aku menentang semua hal itu yang mereka bicarakan. Tapi memang aku tidak pernah bicara terus terang dengan menyanggah semua opini yang mereka katakan. Yang bisa aku lakukan hanyalan berpikir apa yang dapat aku lakukan untuk menyanggah opini tersebut, tapi aku tak bisa mengungkapkan sanggahan itu.
Apakah selama ini aku tlah salah berjalan? ataukan selama ini aku tersesat dihutan belantara yang sampai saat ini aku tak dapat keluar dari tempat ini?
Rasa Muak dan benci terkadang slalu terisi didalam hati ini, entah membenci atas apa yang sudah aku jalani, atau membenci tentang kebodohan pilihan ini. Tapi entahlah, aku hanya bisa berharap dan berharap semuanya bisa berubah.
Namun perubahan itu tidak karena aku berpaling dari jalan ini, tapi aku ingin perubahan di akhir tujuan aku berjalan selama ini aku dapat menemukan keindahan..
Monday, September 22, 2014
Monday, January 27, 2014
Hubungan Asmara yang Ideal, Seperti Apa?
Tiap kali saya membuka internet, menelusuri timeline jejaring sosial atau membaca artikel (iya, artikel sejenis ini), sering banget saya menemukan posting yang berkaitan dengan masalah hubungan dengan pasangan. Ada yang berupa gambar dengan tulisan inspiratif, gambar dengan adegan lucu, artikel pendek, atau screen capture dari postingan orang lain. Biasanya temanya seputar bagaimana seharusnya hubungan berjalan, apa yang seharusnya pria lakukan untuk wanita, atau tentang bagaimana kita harus menghargai hal-hal kecil yang terjadi dalam suatu hubungan.
Dan tanpa sadar, kita bisa membentuk persepsi bahwa hubungan yang ideal adalah hubungan yang sesuai dengan segala macam posting yang sering kita lihat di internet dan linimasa.
Padahal setiap hubungan memiliki jenisnya masing-masing, karena karakter setiap individu itu berbeda sehingga kita nggak bisa menerapkan standar yang sama. Oke lah, kita semua sepakat bahwa ada hal-hal dasar yang menjadi konsensus bersama sebagai standar hubungan yang sehat, tapi saya merasa bahwa karakter tiap hubungan tiap pasangan itu pasti berbeda-beda.
Saya pernah melihat beberapa teman perempuan yang sedang berulang tahun, dikirimi bunga ke kantor oleh pasangannya. Tentunya nggak lupa dengan kartu berisi ucapan manis yang membuat para perempuan lain di kantor mengatakan, ‘Aaaahhh... So sweeett.’ Atau dalam kesempatan lain, melihat bagaimana beberapa pria menunjukkan dengan jelas perasaannya dalam jejaring sosial sehingga membuat banyak wanita iri dan berkeinginan untuk memiliki pasangan seperti si pria tersebut.
Nggak ada yang salah dengan itu dan saya sama sekali nggak pernah menentang hal tersebut. Bagi para perempuan di luar sana yang memiliki pasangan seperti itu, lucky you. Tapi kalau ditanya apakah saya cemburu atau iri terhadap perlakuan seperti itu? Kayaknya nggak. Memang sih, hal-hal seperti itu, yang menunjukan perhatian dan perasaan dengan sangat jelas, menyenangkan banget dan sangat penting untuk mengapresiasi pasangan kita. Tapi menurut saya ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dari itu.
Saya pernah memiliki pasangan yang setiap hari kerjaannya membanjiri saya dengan kata-kata manis, memperlakukan saya seperti ratu, dan perhatiannya luar biasa (termasuk di dalamnya mengirimkan bunga seperti di atas). Senang? Iya pasti. Tapi saya merasa bahwa ada hal-hal mendasar yang nggak terpenuhi, nggak tahu apa. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian saya menjalin hubungan dengan orang lain dan menemukan apa yang nggak terpenuhi.
Saat itu saya belajar bahwa dalam hubungan yang saya jalani, kita harus berfokus dengan bagaimana kita diperlakukan setiap hari. Pastinya saya nggak akan marah kalau sering-sering dikasih hadiah dan dibanjiri perhatian ketika habis menjalani hari buruk seperti di hubungan saya sebelumnya. Tapi nyatanya ketika saya nggak mendapatkan pasangan yang seperti itu, ternyata hidup saya baik-baik saja dan bahkan jauh lebih baik.
Pasangan saya nggak pernah mengirimkan bunga atau menghujani saya dengan kata-kata manis yang menyatakan bahwa saya adalah ‘dunia’-nya. Dia bahkan jarang memberikan kejutan, hampir nggak pernah memberikan saya hadiah ulang tahun (tapi untungnya masih ingat tanggal ulang tahun saya, sih), dan nggak pernah mengucapkan ‘I love you’. Intinya, dia sama sekali bukan pria idaman kalau standarnya adalah ‘grand gestures’. Tapi di sisi lain dia adalah orang yang sangat suportif dalam setiap hal, menghargai setiap keputusan yang saya ambil, nggak pernah merendahkan ketika saya berbuat salah dan justru memberikan masukan apabila dia lebih tahu dari pada saya.
Dan dia mengubah saya. Sebentar, nggak usah protes dulu dengan bilang bahwa seharusnya kita mencari pasangan yang menerima kita apa adanya dan nggak berusaha mengubah kita menjadi apa yang mereka inginkan. Pernah nggak berpikir bahwa bisa jadi perubahan itu adalah sesuatu yang positif? Pasangan saya membantu saya untuk mendefinisikan visi hidup saya (tanpa dia memaksakan visinya sendiri), membawa saya ke jejaring yang lebih luas dengan membuka pikiran dan pandangan—yang mana saya nggak akan berada dalam tahap hidup saya yang sekarang tanpa dia. Dan semuanya itu adalah perubahan yang baik.
Jadi, menurut saya, hal paling mendasar yang harus ada dalam pasangan kita adalah bahwa dia bisa membantu kita untuk berkembang menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik serta membantu memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita. Dan ini adalah salah satu alasan mengapa saya nggak mau mendefinisikan hubungan saya dan pasangan atas segala macam postingan yang saya lihat di internet: saya harus menetapkan standar sendiri, karena hanya saya dan pasangan saya lah yang akan menjalani hubungan ini. Bukan bersama orang-orang lain di seluruh dunia.
info by : Yahoo!! SHE
(kenapa gw copas disini karena gw suka sama isi dari artikel ini... smoga menginspirasi untuk pasangan di mana saja)
Monday, November 19, 2012
Wanita Dengan Siklus Haid Pendek Biasanya Lebih Subur
Siklus haid setiap orang berbeda-beda antara 24-35 hari. Masa haidnya juga berbeda-beda, dengan batas normal antara 3-15 hari. Meskipun demikian, wanita tetap berpotensi mendapat keturunan.
Ini terjadi lantaran masa tidak suburnya lebih sedikit ketimbang masa subur. Dengan begitu, secara kesempatan, wanita dengan siklus haid pendek lebih mudah hamil.
Masa subur itu terjadi 14 hari sebelum haid berikutnya. “Jadi kalau siklus haidnya 24 hari, maka pada hari ke-12 dia sudah mengalami pelepasan sel telur. Nah, sperma sendiri bisa bertahan di sel telur antara 1-2 hari. Sel telur pun dapat bertahan 1-3 hari. Jadi dia punya masa subur 5 hari,” katanya.
Ia mencontohkan, wanita yang haid pada tanggal 1, dia akan haid lagi pada tanggal 24 (untuk siklus 24 hari). Pelepasan sel telurnya terjadi pada tanggal 10. Biasanya, masa haid dengan siklus pendek akan lebih singkat sekitar 5 hari.
Jadi selama tanggal 1-5 hari, wanita tersebut memasuki masa tidak subur karena haid. Pada tanggal 10 terjadi pelepasan sel telur dan sperma bisa bertahan dua hari. Berarti pada tanggal 8, wanita tersebut sudah masa subur. Masa subur terjadi pada tanggal 8-15, sedangkan tanggal 15-24 tidak subur.
“Kalau dalam masa subur ada sperma masuk dan bertahan di dalam, berarti ada kemungkinan hamil,”
“Sebab masa subur itu hitungannya tetap hanya dua hari sebelum pelepasan sel telur dan dua hari setelah pelepasan sel telur. Jadi masa subur itu hanya lima hari dalam setiap siklus,” jelasnya. Hitungannya begini, orang dengan siklus haid 32 hari dikurangi masa subur 5 hari, maka mereka memiliki 27 hari masa tidak subur.
Siklus haid setiap wanita berbeda-beda, karena fisiologis tubuh masing-masing orang berbeda.
Haid itu sendiri terjadi ketika sel telur yang matang tidak dibuahi, 14 hari setelah pelepasan sel telur dari indung telur.
“Yang mempengaruhinya adalah sistem hormonal di tubuh. Jadi mengapa setiap orang berbeda-beda (datang haidnya), karena saat matang telur setiap wanita juga berbeda-beda, tergantung pembentukan awal sel telur,” jelas dokter yang mendalami akupunktur ini.
Wanita berbeda dengan pria. Pada pria, pembentukan sperma itu setelah dia lahir dan tanpa batas waktu. Oleh karena itu pria bisa mempunyai keturunan sampai lanjut usia. Sedangkan wanita, sel telur sudah ada sejak lahir hingga sel telur dianggap matang satu per satu. Jika jumlah sel telur sudah habis, wanita memasuki masa menopause.
“Sel telur jumlahnya tidak bisa ditambah. Kalau keyakinan saya, itu karena pemberian Allah sudah seperti itu. Jumlah sel telur setiap wanita tidak sama,” katanya.
Selain jumlah sel telur tidak sama, kapan orang mendapatkan haid pertama juga berbeda-beda. Ada anak usia 9 tahun sudah menstruasi, dan ada yang sudah 13 tahun baru menstruasi.
“Hal ini bisa dipengaruhi status gizinya. Sebab, hormon bisa dipengaruhi segala macam rangsangan dari luar sehingga haid bisa lebih cepat,” katanya.
Masa haid normal 3-15 hari dan ini juga dipengaruhi sistem hormonal. “Kalau ada yang masa haidnya lebih dari 15 hari, berarti ada ‘sesuatu’ yang harus diperiksa, kenapa kok jadi lebih,” ujarnya.
Tidak sedikit wanita mengeluh haidnya tidak teratur. Ini terjadi karena melihatnya dari tanggal haid. Padahal semestinya melihat siklus haid.
Jadi kalau ada orang haid tanggal 1, maka tanggal 28 sudah haid lagi. Bulan berikutnya tanggal 26 sudah haid, lalu berikutnya tanggal 24 haid. Oleh karena dalam sebulan bisa dua kali haid, orang merasa tidak teratur haidnya.
Namun, siklus haid bisa saja terganggu. Misalnya ada yang siklusnya semula 32 hari, lalu berubah jadi 28 hari, karena faktor hormonal. Semua sistem di dalam tubuh mempengaruhi faktor hormonal. Sebutlah faktor kelelahan, ada faktor kejiwaan (stres).
Ini terjadi lantaran masa tidak suburnya lebih sedikit ketimbang masa subur. Dengan begitu, secara kesempatan, wanita dengan siklus haid pendek lebih mudah hamil.
Masa subur itu terjadi 14 hari sebelum haid berikutnya. “Jadi kalau siklus haidnya 24 hari, maka pada hari ke-12 dia sudah mengalami pelepasan sel telur. Nah, sperma sendiri bisa bertahan di sel telur antara 1-2 hari. Sel telur pun dapat bertahan 1-3 hari. Jadi dia punya masa subur 5 hari,” katanya.
Ia mencontohkan, wanita yang haid pada tanggal 1, dia akan haid lagi pada tanggal 24 (untuk siklus 24 hari). Pelepasan sel telurnya terjadi pada tanggal 10. Biasanya, masa haid dengan siklus pendek akan lebih singkat sekitar 5 hari.
Jadi selama tanggal 1-5 hari, wanita tersebut memasuki masa tidak subur karena haid. Pada tanggal 10 terjadi pelepasan sel telur dan sperma bisa bertahan dua hari. Berarti pada tanggal 8, wanita tersebut sudah masa subur. Masa subur terjadi pada tanggal 8-15, sedangkan tanggal 15-24 tidak subur.
“Kalau dalam masa subur ada sperma masuk dan bertahan di dalam, berarti ada kemungkinan hamil,”
“Sebab masa subur itu hitungannya tetap hanya dua hari sebelum pelepasan sel telur dan dua hari setelah pelepasan sel telur. Jadi masa subur itu hanya lima hari dalam setiap siklus,” jelasnya. Hitungannya begini, orang dengan siklus haid 32 hari dikurangi masa subur 5 hari, maka mereka memiliki 27 hari masa tidak subur.
Siklus haid setiap wanita berbeda-beda, karena fisiologis tubuh masing-masing orang berbeda.
Haid itu sendiri terjadi ketika sel telur yang matang tidak dibuahi, 14 hari setelah pelepasan sel telur dari indung telur.
“Yang mempengaruhinya adalah sistem hormonal di tubuh. Jadi mengapa setiap orang berbeda-beda (datang haidnya), karena saat matang telur setiap wanita juga berbeda-beda, tergantung pembentukan awal sel telur,” jelas dokter yang mendalami akupunktur ini.
Wanita berbeda dengan pria. Pada pria, pembentukan sperma itu setelah dia lahir dan tanpa batas waktu. Oleh karena itu pria bisa mempunyai keturunan sampai lanjut usia. Sedangkan wanita, sel telur sudah ada sejak lahir hingga sel telur dianggap matang satu per satu. Jika jumlah sel telur sudah habis, wanita memasuki masa menopause.
“Sel telur jumlahnya tidak bisa ditambah. Kalau keyakinan saya, itu karena pemberian Allah sudah seperti itu. Jumlah sel telur setiap wanita tidak sama,” katanya.
Selain jumlah sel telur tidak sama, kapan orang mendapatkan haid pertama juga berbeda-beda. Ada anak usia 9 tahun sudah menstruasi, dan ada yang sudah 13 tahun baru menstruasi.
“Hal ini bisa dipengaruhi status gizinya. Sebab, hormon bisa dipengaruhi segala macam rangsangan dari luar sehingga haid bisa lebih cepat,” katanya.
Masa haid normal 3-15 hari dan ini juga dipengaruhi sistem hormonal. “Kalau ada yang masa haidnya lebih dari 15 hari, berarti ada ‘sesuatu’ yang harus diperiksa, kenapa kok jadi lebih,” ujarnya.
Tidak sedikit wanita mengeluh haidnya tidak teratur. Ini terjadi karena melihatnya dari tanggal haid. Padahal semestinya melihat siklus haid.
Jadi kalau ada orang haid tanggal 1, maka tanggal 28 sudah haid lagi. Bulan berikutnya tanggal 26 sudah haid, lalu berikutnya tanggal 24 haid. Oleh karena dalam sebulan bisa dua kali haid, orang merasa tidak teratur haidnya.
Namun, siklus haid bisa saja terganggu. Misalnya ada yang siklusnya semula 32 hari, lalu berubah jadi 28 hari, karena faktor hormonal. Semua sistem di dalam tubuh mempengaruhi faktor hormonal. Sebutlah faktor kelelahan, ada faktor kejiwaan (stres).
Oleh: Marmi Panti Hidayah
yahoo news
Subscribe to:
Posts (Atom)