Showing posts with label Love is True. Show all posts
Showing posts with label Love is True. Show all posts

Wednesday, October 1, 2014

Cinta??

Cinta??adalah suatu kata yang terangkai dari 5 huruf yaitu, C I N T A.. Mungkin pengertian secara spesifik nya aku pun tidak pernah mengerti... suatu hari enggak sengaja membaca status temen disalah satu akun sosial media, "Cinta bukan tentang fisik dan materi, tapi tentang kenyamanan hati". Sempat berpikir sejenak, menelaah kata-kata tersebut sehingga cukup lama memikirkannya.. Dari kata-kata tersebut yang aku baca dari status teman, aku berpikir itu adalah benar Cinta itu adalah tentang kenyamanan hati. Cinta itu adalah perasaan memiliki dengan rasa yang nyaman menurutku itulah cinta.
Apakah kalian pernah berpikir cinta itu seperti apa, hanya sekedar merangkaikan kata-kata yang akhirnya aku pun tidak pernah mengerti apa itu cinta..
Yang jelas dan aku tau, Cinta adalah nama Keponakan ku... (hehehe,, sedikit tertawa)
Cinta?? Seorang Pria Jatuh cinta terhadap lawan jenis melalui logika mereka, sedangkan seorang wanita Jatuh cinta terhadap lawan jenis melalui hati. itu yang sempat terlintas dikepalaku mengenai cinta.

Monday, January 27, 2014

Hubungan Asmara yang Ideal, Seperti Apa?

Tiap kali saya membuka internet, menelusuri timeline jejaring sosial atau membaca artikel (iya, artikel sejenis ini), sering banget saya menemukan posting yang berkaitan dengan masalah hubungan dengan pasangan. Ada yang berupa gambar dengan tulisan inspiratif, gambar dengan adegan lucu, artikel pendek, atau screen capture dari postingan orang lain. Biasanya temanya seputar bagaimana seharusnya hubungan berjalan, apa yang seharusnya pria lakukan untuk wanita, atau tentang bagaimana kita harus menghargai hal-hal kecil yang terjadi dalam suatu hubungan. 


Dan tanpa sadar, kita bisa membentuk persepsi bahwa hubungan yang ideal adalah hubungan yang sesuai dengan segala macam posting yang sering kita lihat di internet dan linimasa.

Padahal setiap hubungan memiliki jenisnya masing-masing, karena karakter setiap individu itu berbeda sehingga kita nggak bisa menerapkan standar yang sama. Oke lah, kita semua sepakat bahwa ada hal-hal dasar yang menjadi konsensus bersama sebagai standar hubungan yang sehat, tapi saya merasa bahwa karakter tiap hubungan tiap pasangan itu pasti berbeda-beda.

Saya pernah melihat beberapa teman perempuan yang sedang berulang tahun, dikirimi bunga ke kantor oleh pasangannya. Tentunya nggak lupa dengan kartu berisi ucapan manis yang membuat para perempuan lain di kantor mengatakan, ‘Aaaahhh... So sweeett.’ Atau dalam kesempatan lain, melihat bagaimana beberapa pria menunjukkan dengan jelas perasaannya dalam jejaring sosial sehingga membuat banyak wanita iri dan berkeinginan untuk memiliki pasangan seperti si pria tersebut.

Nggak ada yang salah dengan itu dan saya sama sekali nggak pernah menentang hal tersebut. Bagi para perempuan di luar sana yang memiliki pasangan seperti itu, lucky you. Tapi kalau ditanya apakah saya cemburu atau iri terhadap perlakuan seperti itu? Kayaknya nggak. Memang sih, hal-hal seperti itu, yang menunjukan perhatian dan perasaan dengan sangat jelas, menyenangkan banget dan sangat penting untuk mengapresiasi pasangan kita. Tapi menurut saya ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dari itu.

Saya pernah memiliki pasangan yang setiap hari kerjaannya membanjiri saya dengan kata-kata manis, memperlakukan saya seperti ratu, dan perhatiannya luar biasa (termasuk di dalamnya mengirimkan bunga seperti di atas). Senang? Iya pasti. Tapi saya merasa bahwa ada hal-hal mendasar yang nggak terpenuhi, nggak tahu apa. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian saya menjalin hubungan dengan orang lain dan menemukan apa yang nggak terpenuhi. 

Saat itu saya belajar bahwa dalam hubungan yang saya jalani, kita harus berfokus dengan bagaimana kita diperlakukan setiap hari. Pastinya saya nggak akan marah kalau sering-sering dikasih hadiah dan dibanjiri perhatian ketika habis menjalani hari buruk seperti di hubungan saya sebelumnya. Tapi nyatanya ketika saya nggak mendapatkan pasangan yang seperti itu, ternyata hidup saya baik-baik saja dan bahkan jauh lebih baik.

Pasangan saya nggak pernah mengirimkan bunga atau menghujani saya dengan kata-kata manis yang menyatakan bahwa saya adalah ‘dunia’-nya. Dia bahkan jarang memberikan kejutan, hampir nggak pernah memberikan saya hadiah ulang tahun (tapi untungnya masih ingat tanggal ulang tahun saya, sih), dan nggak pernah mengucapkan ‘I love you’. Intinya, dia sama sekali bukan pria idaman kalau standarnya adalah ‘grand gestures’. Tapi di sisi lain dia adalah orang yang sangat suportif dalam setiap hal, menghargai setiap keputusan yang saya ambil, nggak pernah merendahkan ketika saya berbuat salah dan justru memberikan masukan apabila dia lebih tahu dari pada saya. 

Dan dia mengubah saya. Sebentar, nggak usah protes dulu dengan bilang bahwa seharusnya kita mencari pasangan yang menerima kita apa adanya dan nggak berusaha mengubah kita menjadi apa yang mereka inginkan. Pernah nggak berpikir bahwa bisa jadi perubahan itu adalah sesuatu yang positif? Pasangan saya membantu saya untuk mendefinisikan visi hidup saya (tanpa dia memaksakan visinya sendiri), membawa saya ke jejaring yang lebih luas dengan membuka pikiran dan pandangan—yang mana saya nggak akan berada dalam tahap hidup saya yang sekarang tanpa dia. Dan semuanya itu adalah perubahan yang baik. 

Jadi, menurut saya, hal paling mendasar yang harus ada dalam pasangan kita adalah bahwa dia bisa membantu kita untuk berkembang menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik serta membantu memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita. Dan ini adalah salah satu alasan mengapa saya nggak mau mendefinisikan hubungan saya dan pasangan atas segala macam postingan yang saya lihat di internet: saya harus menetapkan standar sendiri, karena hanya saya dan pasangan saya lah yang akan menjalani hubungan ini. Bukan bersama orang-orang lain di seluruh dunia. 


info by : Yahoo!! SHE

(kenapa gw copas disini karena gw suka sama isi dari artikel ini... smoga menginspirasi untuk pasangan di mana saja)

Tuesday, November 1, 2011

Cinta itu indah

Cinta memang indah, tapi keindahannya tidak tampil kecuali untukmu yang sabar dan setia.

Kesabaran menyampaikanmu kepada masa yang damai bersama jiwa kecintaanmu, melampaui perbedaan dan kesulitan di antaramu.

Dan,

Kesetiaan memunculkan nilai-nilai mulia dari kesejatian dirimu, di atas semua kekurangan dan kelemahanmu.

Sesungguhnya,

Cinta itu indah, karena ia menampilkan keindahan dirimu sendiri.

Sehingga,

Keindahan cinta hanya seindah pribadimu.


info : sekedar copast dari pembicaraan teman...

Thursday, July 7, 2011

Carilah Calon Suami yang Punya 6 Kualitas Ini



Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa Anda jalankan dengan main-main. Dalam memilih pria untuk menjadi calon suami pun berlaku hal yang sama.

Anda tentu ingin menikah sekali seumur hidup. Oleh karena itu Anda tidak bisa sembarangan memilih calon suami. Berikut ini enam kualitas yang harus dimiliki pria untuk menjadi suami, seperti dikutip dari Glamour:

1. Jujur
Meskipun seorang pria berprofesi sebagai seorang sales (yang biasanya suka sedikit berbohong), saat bersama Anda, dia harus jadi orang yang jujur. Sesekali melakukan white lies atau berbohong demi kebaikan, seperti saat akan memberikan Anda pesta kejutan, tidak salah memang, namun jujur adalah syarat mutlak yang harus dipunya seorang pria untuk menjadi suami.

2. Selalu Mendukung dan Mau Mendengarkan Anda
Saling mendukung dalam sebuah pernikahan merupakan hal yang penting. Apa jadinya jika suami Anda ternyata pria yang suka memberi perintah dan mengekang keinginan Anda.

Dukungan ini juga berlaku saat Anda sedang kesusahan. Suami yang baik, meskipun Anda sedang terlilit utang dan bingung bagaimana harus membayar, setidaknya ikut membantu mencari solusi atas masalah tersebut.

Dalam sebuah hubungan suami-istri yang sehat seharusnya pasangan juga saling mendengarkan dan menghargai pasangannya. Kalau hanya satu pihak saja yang mau dihargai dan didengarkan, tentu pihak yang satu lama-lama akan merasa tertindas.

3. Menyenangkan
Menyenangkan di sini tentu sangat subyektif. Semuanya tergantung dari Anda sendiri. Namun pastinya, Anda harus merasa senang berada di dekatnya. Bayangkan Anda akan menghabiskan seumur hidup dengannya. Kalau pria ini bukan orang yang menyenangkan atau Anda tidak merasa senang bersamanya, bagaimana pernikahan Anda dengannya bisa bertahan.

4. Mau Bekerja Keras
Meskipun Anda juga bekerja (kalau memang itu yang terjadi), dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu ini, si dia juga harus ikut bertanggungjawab pada keuangan keluarga. Suami yang tidak punya keinginan untuk bekerja keras dan menghidup keluarga tentu bisa berefek buruk pada pernikahan dan masa depan anak nantinya.

5. Menghargai Orangtuanya
Lihat bagaimana sikap si dia terhadap orangtuanya. Jika pria yang Anda akan jadikan suami suka berteriak atau membentak orangtuanya, waspadalah. Bukan tidak mungkin pria ini akan berbuat hal yang sama pada Anda dan si kecil.

Pastikan juga si dia bukan tipe orang yang suka main tangan alias menggunakan kekerasan. Kekerasan sama sekali bukan jalan keluar untuk menyelesaikan sebuah masalah dalam pernikahan.

6. Mencintai Anda Apa Adanya
Tidak masalah jika kekasih Anda sekarang tertarik pada Anda karena Anda memiliki wajah yang cantik atau kekayan Anda. Namun saat sudah menikah, cinta butuh lebih dari sekadar fisik semata. Kecantikan dan kekayaan bisa sirna oleh waktu. Jadi pastikan pria yang akan Anda nikahi mencintai Anda apa adanya.


info by : wolipop.com

Thursday, June 30, 2011

Pepatah

Jangan mengabaikan dia yg peduli padamu, suatu hari kamu akan kehilangan dia hanya karena kamu terlalu sibuk dgn dia yg tak peduli. #pepatah

Siapapun yg menghampirimu, Tuhan mengirimnya tuk sebuah alasan. Baik tuk berimu pelajaran, atau tuk bersamanya hingga akhir hidupmu #pepatah

Apa yg diharapkan tak selalu sesuai dengan kenyataan. tapi kesungguhan bisa mengubah impian menjadi kenyataan. -@beehavior #pepatah

Jangan pernah menyesali masa lalu. Tataplah masa depanmu. Kebahagiaan ada didepanmu, bukan dibelakangmu! #pepatah

Semua orang punya masalah, orang yang menyikapinya dengan amarah hanya menutupi kenyataan bahwa ia lemah. -@YoviaAno #pepatah

Jangan pernah melukai hati. Karena sekali terluka, akan sulit diobati. Dan kata 'MAAF' tak akan bisa menyembuhkan hati yg terluka. #pepatah

Berdamailah dengan diri sendiri, karena balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah. #pepatah

Ketika seseorang pergi meninggalkan, akan selalu ada pelajaran. Meski mungkin pelajaran itu harus dibayar dengan kesakitan. #pepatah

Setiap orang bisa berubah. Jangan pernah memandang rendah seseorang hanya karena dia pernah melakukan kesalahan di masa lalunya. #pepatah

Doaku hari ini: Tuhan, jadikan hari ini penuh berkah untuk teman, sahabat, saudara dan keluargaku terkasih. #pepatah

Terkadang kita disakiti, tapi kita bisa memilih untuk menyembuhkan luka tersebut atau terus menangisinya. -@WilzKanadi #pepatah

Tak semua orang yg membencimu mengatakan hal yg salah tentangmu. Terkadang mereka mengatakan yg sebenarnya. INTROPEKSI DIRI! #pepatah

Ketika kamu merasa pedulimu tak pernah dihargai, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar tentang KETULUSAN HATI. #pepatah

Hanya karena mimpimu tertunda, tak berarti Tuhan menolaknya. Semua akan indah pada waktunya. PERCAYA! #pepatah

GUYS, satu-satunya cara tuk temukan wanita baik yg perlakukanmu seperti RAJA, adalah dengan perlakukannya seperti seorang RATU. #pepatah

Ketika kamu inginkan sesuatu, kamu tak seharusnya mencari tahu siapa yg memperhatikanmu. Karena yg harus kamu tahu adalah tujuanmu. #pepatah

#pepatahmu » Jangan terus tangisi dia yg telah meninggalkanmu. Jika dia cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar _______.

Suatu hari kamu akan berharap tuk bisa memutar kembali waktu yg telah berlalu. Drpd memikirkan itu, lebih baik jangan buang waktumu #pepatah

Monday, June 20, 2011

Hidup Bukan Tentang Itu



Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai.
bukan tentang berapa banyak orang yang menelponmu. juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu, atau bahkan orang yang belum kau pacari sekalipun.
bukan tentang siapa yang telah kau cium, warna musik yang menjadi kegemaranmu, olahraga apa yang kau mainkan, atau pemuda dan gadis mana yang menyukaimu.
bukan tentang seberapa canggih handphonemu, atau seberapa buruk sepatumu. atau rambutmu yang keren, warna kulitmu yang hitam legam bagaikan arang bakar nan eksotis. tentang tempat tinggalmu, atau pekerjaanmu bahkan pun.

Juga bukan tentang nilai akademik ujianmu, uangmu, bajumu, atau perguruan tinggi mana yang menerimamu atau yang tidak menerimamu.

Hidup ini bukan tentang apakah kau memiliki banyak teman ataukah kau seorang diri.
dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak di lingkunganmu !
hidup bukan tentang itu...

namun hidup adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yang kau sakiti.
mengenai bagaimana perasaan tentang dirimu sendiri.
tentang kepercayaan dan kebahagiaan.
hidup bagiku adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan menumbuh kembangkan kepercayaan.
tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan.
tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena ia siapa dan apa yang dimilikinya.
dan yang paling penting. hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu guna menyentuh orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain. hasrat!
hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu. mungkin!!




- di comot dengan sangat "kreatif" dari novel
chicken soup for teenage soul.

copas dari : http://impropersaratdusta.multiply.com/journal/item/3

Tuesday, June 14, 2011

Berikut beberapa sikap yang harus dihindari dalam sebuah hubungan cinta

seperti yang dikutip dari SheKnows :

1. Sikap diam
Saat kecewa, Anda diam. Saat marah, Anda diam. Saat ada yang mengganjal, Anda memilih diam ketimbang bercerita atau menjelaskannya pada pasangan. Sikap diam ini tak akan pernah membuat keadaan menjadi lebih baik. Komunikasi Anda dan pasangan tertutup, dan di sisi lain, pasangan juga tak pernah bisa memahami perasaan Anda.

Ketimbang diam, cobalah untuk berbicara dari hati ke hati. Jelaskan dengan jujur apa yang Anda rasakan. Beri pasangan kesempatan untuk memahami Anda lebih jauh. Ingat, berhentinya komunikasi adalah awal kehancuran sebuah hubungan.

2. Sikap menebak (seolah tahu)
Jika ada yang ganjil dari perilaku pasangan, yang Anda lakukan malah menebak-nebak dan berprasangka. Yang fatal, prasangka yang Anda punya adalah prasangka buruk. Anda pun menjadi kesal dan marah pada pasangan, tanpa sebab yang jelas. tak jarang dalam keadaan ini, pasangan juga akan berbalik marah pada Anda karena merasa dihakimi tanpa alasan yang jelas.

Jika tak ingin keadaan di atas terjadi, maka sebaiknya mulailah bertanya. Tak ada salahnya bertanya pada pasangan mengenai sikap ganjilnya pada Anda. Mungkin saja, ia memiliki alasan yang logis dan bisa diterima.

3. Menahan marah
Menahan kemarahan hanya akan menjadi bom waktu pada sebuah hubungan. Saat kemarahan itu memuncak dan tak tertahan lagi, hubungan pun berada di posisi paling membahayakan. Yang akan terlihat hanya kesalahan pasangan, dan seluruh sisi positifnya menjadi tertutup.

Ketimbang menahan amarah, lebih baik salurkan kemarahan dan kekecewaan Anda dalam suatu pembicaraan yang sifatnya positif dan membangun hubungan. Segala masalah jika dikomunikasikan dengan baik, pasti ada jalan keluarnya.

Selamat berbahagia.

Sunday, March 13, 2011

4 Sinyal Cinta Anda Bertepuk Sebelah Tangan



Anda sudah merasa bertemu pria yang tepat, tapi kenapa si dia seolah bersikap acuh tak acuh pada Anda? Bisa jadi, pria tersebut tidak terlalu tertarik pada Anda dan menganggap acara kencan sebelumnya hanya sebagai proses dari pencarian wanita yang benar-benar disukainya.

Tarik napas dalam-dalam, dan segera mundur dari hubungan yang tidak jelas. Semakin cepat Anda menyadari, akan semakin mudah Anda mengobati rasa kecewa.

Dikutip dari Helium, ada beberapa sinyal yang menandakan bahwa Anda bukanlah wanita yang ada di hatinya. Setiap orang pasti akan kecewa jika cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi bukan berarti akhir dari dunia, kan?

1. Sering Terlambat atau Membatalkan Janji
Beberapa orang biasanya tidak tepat waktu tergantung dari siapa yang akan dia temui. Pria biasanya akan semangat dan berusaha tepat waktu jika ada janji temu dengan wanita yang dia sukai. Jika si dia kerap kali datang terlambat atau mendadak batalkan janji, ini bisa berarti dia tidak terlalu ingin bertemu dengan Anda.


2. Menghindari Menyentuh Anda di Tempat Umum
Jika dia bersikap lebih seperti teman saat berjalan bersama, mungkin itulah perasaan dia yang sebenarnya terhadap Anda. Ketika dia enggan menggandeng tangan, merangkulkan tangannya ke pundak Anda, itu berarti dia ingin berkata pada dunia bahwa Anda dan dia hanya berteman, dan dia masih single.


3. Dia Selalu Sibuk
Jika dia menggunakan alasan sibuk agar tidak bertemu Anda, mungkin dia sedang mencoba menjauhkan Anda dari kehidupannya. Jika dia sering beralasan sibuk saat akan bertemu, mungkin menjadi isyarat bahwa si dia tidak terlalu tertarik pada Anda. Ada baiknya bila Anda menjauh dan mulai melangkah ke depan.


4. Anda yang Selalu Lebih Dulu Meneleponnya
Jika lebih sering Anda yang menelepon atau mengiriminya pesan singkat melalui ponsel, sedangkan dia tidak pernah, ada kemungkinan dia tidak terlalu antusias berhubungan dengan Anda. Berhenti selalu menghubunginya atau hapus nomornya dari ponsel. Carilah pria yang memang menyukai Anda dengan tulus dan tidak terpaksa. Ingat, diri Anda terlalu berharga untuk diabaikan.

info by : wolipop

Menurut saya sikap Cuek atau Acuh Tak Acuh terhadap pasangan tidak bisa dikategorikan bahwa pasangan sudah mulai menghindar dari Anda, Jika memang pasangan Anda mempunyai sifat Cuek atau Acuh Tak Acuh dari awal hubungannya dengan Anda, memang seperti itulah pasangan Anda. Kecuali sebelumnya pasangan Anda mempunyai sikap yang tidak Cuek dan Tidak Acuh kemudian dalam waktu sekarang-sekarang ini berubah menjadi Cuek dan Acuh bisa jadi pasangan Anda seperti yang dimaksud oleh kutipan diatas. Semua hal bisa dibicarakan dengan kondisi sebaik-baiknya dengan pasangan Anda. Banyaklah menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan Anda, mulailah belajar untuk berpikir positif kepada pasangan Anda.
"Love is Like a Magic"

Wednesday, March 9, 2011

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami



Perkawinan itu telah berjalan empat tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: "kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?". Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, lalu menyambungnya
dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.Sang suami berkata kepada sang dokter: "Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.

Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: "… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: "Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:" betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan".

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: "istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …". Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah dihadapannya.Akhirnya sang istri berkata: "OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih".Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: "Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …".Sang istri pun bed rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: "Maaf, saya ada tugas
keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja"."Haah, pergi?". Kata sang istri."Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat". Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.

Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: "Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi".Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri
melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari'ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari `Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.

Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani
menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)


www.madisaminded.blogspot.com

Thursday, January 27, 2011

Lima Hal Sepele Pemicu Perang Mulut antar Pasangan

Konflik antarpasangan seringkali muncul akibat kesalahpahaman sepele. Ini bisa jadi akibat perbedaan gaya komunikasi antara pria dan wanita. Memahami cara berpikir pasangan pun menjadi elemen penting dalam menjalin hubungan lebih harmonis.

Ketahui lima hal yang sering memicu kesalahpahaman antarpasangan, menurut para ahli hubungan dari Your Tango:

1. Pria meminta, wanita menyembunyikan

Pria terbiasa mengajukan permintaan secara langsung. Sementara wanita seringkali beranggapan bahwa pria bisa membaca pikirannya. Wanita ingin pria tahu keinginkannya tanpa harus memberitahu.

2. Wanita suka hal detail

Wanita seringkali mengajukan pertanyaan detail yang tidak diingat pria, seperti, "Kamu ingat tidak pertama kali bertemu aku pakai baju warna apa?". Lalu diteruskan dengan, "Jika kamu peduli denganku pasti ingat."

Hal yang harus Anda ketahui adalah wanita memiliki ingatan luar biasa terhadap hal detail dan lebih sentimental dibandingkan pria. Meskipun pria tidak ingat hal detail, itu hanya karena perbedaan dalam cara mereka memproses informasi, bukan karena mereka tidak peduli.

3. Mendengarkan versus menyelesaikan

Ketika wanita memiliki masalah, pria cenderung sigap menawarkan solusi. Padahal wanita seringkali hanya butuh mencari pemahaman dan dukungan. Aturan praktisnya, saat menghadapi pria bermasalah, tawarkan dulu solusi, baru tunjukan empati. Sebaliknya, saat menghadapai wanita bermasalah, pria sebaiknya terlebih dahulu memberikan empatinya baru solusi.

4. Pria lebih bisa memilah emosi

Wanita dan pria tidak berpikir dengan cara yang sama. Pria lebih bisa memilah sentuhan emosional dalam segala hal, baik pekerjaan maupun hubungan. Sedangkan, wanita lebih berpikir secara keseluruhan dan cenderung mencampuradukkan semua masalah.

5. Wanita banyak bicara, pria irit bicara

Ketika wanita merasa stres, ia sangat butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Sedangkan pria, cenderung memilih diam saat stres. Ini membuat wanita seringkali merasa tidak dibutuhkan saat pasangannya stres. (pet)

info by : vivanews

Monday, January 24, 2011

6 hal yang membuat wanita jatuh cinta pada pria

Ketampanan bukan satu-satunya hal yang membuat wanita jatuh cinta pada pria. Ada banyak hal lainnya yang bisa pria lakukan agar wanita bertekut lutut pada mereka. Seperti dilansir Times of India, ini dia 6 hal yang wanita sukai dari pria.



Merawat Diri
Setampan apa pria, namun dia tidak merawat diri, ketampanan itu bisa membuatnya tak dilirik wanita. Sama seperti pria, wanita pun suka dengan orang-orang yang bisa tampil bersih dan mengurus dirinya. Wanita percaya jika pria bisa merawat dirinya sendiri, dia pun bisa mengurus pasangannya. Jadi untuk para pria, stop tampil dengan baju yang berantakan, rambut tak disisir, kuku berwarna hitam dan bau badan.

Punya Sense of Style
Tidak perlu mengikuti gaya berpakaian David Beckham atau Robert Pattinson untuk tampil stylish. Wanita hanya suka apabila pria mengadopsi gaya tertentu yang menjadikan si dia terlihat keren. Untuk para pria, setidaknya mereka tahu apa trend yang paling teranyar. Jangan sampai terjebak pada gaya yang itu-itu saja selama bertahun-tahun.

Humoris
Pria dengan selera humor disukai wanita. Mengapa? Karena wanita sudah punya cukup masalah dalam hidup mereka dan sebenarnya tidak terlalu ingin ditambah dengan masalah lain. Saat stres, wanita ingin ditemani pasangan yang bisa membuat mereka tertawa.

Perhatian
Wanita perlu terus diyakinkan kalau mereka dicintai dan disayangi oleh pasangannya. Ada banyak cara untuk menunjukkan perhatian dan menunjukkan rasa sayang tersebut, misalnya dengan menggandeng tangannya ketika menyeberang jalan, memeluknya sesekali, memastikan dia sudah sampai dengan selamat di rumah, dan lain-lain. Perlu diingat untuk para pria, tidak menunjukkan rasa sayang tersebut secara terbuka sama saja artinya kalau Anda malu berada bersamanya. Namun jangan sampai juga terlalu banyak menunjukkan rasa sayang itu secara berlebihan apalagi di depan umum.

Senyum & Tatapan yang Seksi
Kenapa wanita tergila-gila pada Richard Gere atau Jude Law? Tidak lain karena kedua aktor tersebut bisa memberikan senyum dan tatapan yang dianggap para wanita seksi. Saat pria melakukan hal itu kepada pasangannya, wanita pun akan merasa diri mereka spesial.

Ketenangan
Ada beberapa wanita yang mudah panik saat menghadapi situasi tertentu. Di saat itulah pria dengan ketenangannya datang untuk memberikan solusi. Pria yang justru semakin membuat stres tentu tidak akan membuat wanita semakin jatuh cinta padanya.

info by wolipop

Thursday, January 20, 2011

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga"

Alkisah seorang istri mempunyai suami yang mempunyai sifat yang sederhana, sang istri mencintai sifat suaminya yang alami dan juga menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan suaminya, ketika dia bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus diakui, bahwa sang istri mulai merasa lelah, alasan-alasan dia mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Sang istri seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Dia merindukan saat-saat romantis seperti layaknya seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah dia dapatkan lagi.

Sang suami jauh berbeda dari apa yang harapkan istrinya. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan mereka telah mementahkan semua harapan sang istri akan cinta yang ideal.

Suatu hari, sang istri beranikan diri untuk mengatakan keputusannya kepada sang suami, bahwa dia menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya sang suami dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab sang istri.

Sang suami terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan sang istri semakin bertambah, ketika seorang pria, suaminya yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, "Apalagi yang bisa saya harapkan darinya?", tuturnya dalam hati.

Dan akhirnya sang suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"

Sang istri menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya."

Lalu sang istri melanjutkan, "Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Sang suami termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Perasaan sang suami langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, sang suami tidak ada di rumah, dan ternyata sang istri menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangan sang suami dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan sang istri.
Sang istri melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan 'hal-hal lucu' yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir."

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata sang istri jatuh ke atas tulisannya dan membuat tinta pada surat itu menjadi kabur, tetapi sang istri tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Sang istri segera berlari membuka pintu dan melihat sang suami berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran, sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaannya.

Menangislah sang istri dengan penuh sesal dan haru.

Oh, kini sang istri tahu, tidak ada orang yang pernah mencintainya lebih dari suaminya mencintai dirinya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".


"Kisah diatas saya dapatkan dari forward message teman saya dari salah satu social network yg sangat populer,, kenapa saya posting disini karena menurut saya kisah ini sangat menyentuh saat pertama kali saya membacanya. saya terbayang akan sosok pria yang begitu besar rasa cintanya kepada sang istri, namun besar cinta suami tak hanya dapat dilukiskan dengan setangkai bunga.."

Duhai Suamiku...

Duhai Suamiku....
Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.
Suamiku…



Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, “Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, “Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka.” Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmulah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?” Ali r.a. pun menjawab, “Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya.” Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah, sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggung jawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, “Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian.” Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya.

Duhai Suamiku…

Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, “Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.” [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Amin ya rabbal alamin.

Monday, January 17, 2011

Jika Cinta Tidak Gila

Jika cinta itu tidak gila,
maka itu bukan cinta.

Jika Anda menolak melakukan
sesuatu untuk membahagiakannya,
hanya karena hal itu bukan cara
yang biasa Anda lakukan,
maka Anda tidak cukup mencintainya.

Kesediaan Anda untuk mengubah
kebiasaan yang Anda sukai selama ini,
adalah persembahan yang membuktikan
kekuatan cinta Anda kepadanya.

Tidak ada yang aneh...

by : Mario Teguh

Titik Hitam

Bertahun-tahun yang lalu hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, terus terang saya menjadi seorang yang merasa kehidupan dunia ini datar-datar saja, tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri.

Bagi saya saat tidurlah suatu kebahagiaan terindah. Entahlah, saya begitu menyesal atas apa yang saya miliki, istri, pekerjaan, kehidupan, kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai harapan.

Saya selalu merasa menjadi orang yang KEKURANGAN di dunia ini. Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan.

Saya tidak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat memberikan suatu nasehat yang sungguh luar biasa dan memberikan suatu gambaran utuh tentang sebuah arti syukur dalam kehidupan. Di suatu tempat aku dan sahabatku berbincang-bincang :

Ya...aku mengerti apa yang kau alami, tidak hanya kamu akupun sendiri pernah mengalami dan mungkin banyak orang lainnya, sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu, apa yang kamu lihat ?, ucap sahabatku.

Aku tidak melihat apa-apa semuanya putih, jawabku lirih.


Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya, sahabatku berkata "Nah..sekarang aku telah beri sebuah titik hitam diatas kertas itu, sekarang gambar apa yang kamu lihat?".

"Aku melihat satu titik hitam",jawabku cepat.

"Pastikan lagi !", timpal sahabatku.

"titik hitam",jawabku dengan yakin.


"Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi? cobalah rubah sudut pandangmu, menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut sedangkan kenapa engkau hanya melihat hitamnya saja dan itu pun hanya setitik ?". Jawab Sahabatku dengan lantang,

"Sekarang mengertikah kamu ?, Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandangmu memandang hidup itu sendiri, jika engkau selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu".

"Cobalah fahami, bukankah disekelilingmu penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kamu, kamu masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya ?

Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu dilain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada kamu, kamu masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpananmu di hari tua, tabungan , asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?" dan juga.

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kamu.

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kamu lupa kelemahan dan kekurangan diri kamu.

Itulah kamu, betapa mudahnya kamu menyalahkan dan mengingkari- Nya atas kesusahan hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidupmu.

Itulah kamu betapa mudahnya menyesali hidup kamu padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kamu dan menanti kamu

"Mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN KERTAS INI BERWARNA PUTIH ?, sekarang mengetikah engkau?", ucap sahabatku sambil pergi (entah kemana).

"Ya aku mengerti", ucapku lirih.

Kertas itu aku ambil, aku buatkan satu pigora indah dan aku gantung di dinding rumahku. Bukan untuk SESEMBAHAN bagiku tapi sebagai PENGINGAT dikala lupa.

Lupa, bahwa begitu banyak warna putih di hidupku daripada sebuah titik hitam. Sejak itu aku mencintai HIDUP ini. Bisa Hidup adalah suatu anugerah yang paling besar yang diberikan kepada kita oleh Perekayasa Agung... Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Pak Mariopun juga pernah berpesan kepadaku :

Kadang-kadang Tuhan menaruh kita pada tempat yang sulit supaya kita tahu dan menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.............

info by : fw email