Wednesday, March 30, 2011

Cara Perbaiki Hubungan Pasca Diselingkuhi



Jakarta - Di beberapa artikel sebelumnya, telah banyak dibahas cara meminta maaf setelah ketahuan berselingkuh.

Tapi bagaimana jika kita berada di pihak yang diselingkuhi, dan kekasih ingin memohon maaf? Tentunya tidak mudah menerima dan memaafkan pasangan yang telah mengkhianati kepercayaan kita. Namun jika pasangan telah menyadari kesalahan dan tetap ingin mempertahankan hubungan, haruskah Anda menerimanya kembali?

Jawaban dari pertanyaan itu tentunya kembali ke diri Anda sendiri. Apapun keputusan yang Anda buat, pikirkanlah matang-matang lebih dulu. Jika Anda menganggap kebersamaan yang telah lama terjalin dengan pasangan terlalu penting untuk dirusak orang ketiga, maka mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk pertahankan hubungan.Memperbaiki hubungan yang telah retak memang jadi tantangan tersendiri, apalagi jika Anda di pihak yang tersakiti.

Tetaplah berpikiran terbuka dan selesaikan masalah dengan kepala dingin. Pelajari di mana, bagaimana dan kenapa perselingkuhan bisa terjadi.Dikutip dari dating tips, berikut ini langkah yang bisa dilakukan untuk memaafkan kekasih yang telah berselingkuh.

1. Lihat Masalah dari Dua Sisi
Kebanyakan dalam kasus perselingkuhan yang terjadi, pihak yang 'tidak bersalah' cenderung hanya melihat masalah dari satu sisi. Yaitu 'Dia yang berselingkuh', tak perduli seberapa keras sang kekasih berusaha meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Sedih dan marah memang reaksi yang sangat wajar ketika seseorang tahu kekasihnya berselingkuh, dan itu dibolehkan. Tapi jangan kesampingkan latar belakang kenapa ia berpaling ke wanita lain.

Bicarakan dengan tenang pada pasangan, minta si dia mengemukakan alasan sejelas-jelasnya. Yakinkan dia untuk bicara jujur terhadap apa yang dia rasakan selama berhubungan dengan Anda. Dengan bicara saling terbuka, Anda dan pasangan bisa tahu letak kesalahan masing-masing dan bisa bekerjasama untuk memperbaikinya.

2. Menerima Kesalahan yang Dia Perbuat
Tidak gampang memang menerima kesalahan seseorang dengan lapang dada. Tapi semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan di setiap kesalahan adalah pelajaran untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Hubungan asmara adalah proses tumbuh dewasa (secara mental) bersama dengan belajar dari kesalahan masing-masing. Jika memang Anda sungguh ingin mempertahankan hubungan, jadikan kesalahan si dia sebagai pelajaran untuk menuju ke kelas yang lebih tinggi.

3. Jangan Pernah Mengungkit Kesalahan
Ketika Anda memutuskan untuk memaafkan dan menerima si dia kembali, berarti Anda siap untuk 'keluar' dari peristiwa sedih itu. Jangan jadikan kesalahan masa lalunya untuk 'menyerang' saat ada masalah. Satu hal yang perlu diketahui, pihak yang bersalah juga menderita depresi yang cukup berat. Si dia akan merasakan beban mental yang cukup berat, terutama setelah kelakuan buruknya itu Anda ketahui.

Mengungkit kembali kesalahannya seperti membuka luka lama. Tanpa Anda membicarakannya, kekasih Anda pun sudah tahu bahwa dia pernah bersalah dan menodai percintaan dengan berselingkuh.


info by : wolipop

5 Mitos Tentang Deodoran dan Kanker Payudara



Tak bisa dipungkiri, produk kosmetika dan perawatan kulit saat ini pasti mengandung berbagai bahan kimia. Tak heran jika banyak kabar berbedar tentang efek buruk penggunaan produk-produk tersebut, seperti rumor tentang deodoran yang katanya bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Tapi apakah benar?


Jangan telan bulat-bulat semua informasi yang Anda dengar. Di bawah ini ada lima mitos yang salah tentang deodoran dan antiperspiran, yang sudah dibantah oleh banyak ahli termasuk oleh American Cancer Society.

Mitos Pertama : Deodoran meningkatkan risiko kanker payudara.

Faktanya : Nyaris tak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos ini. Sejumlah ilmuwan pernah melakukan penelitian di tahun 2002, melibatkan 813 wanita pengidap kanker payudara dan 793 wanita yang sehat. Para ilmuwan tersebut tak menemukan adanya hubungan antara risiko kanker payudara, penggunaan deodoran, maupun kebiasaan mencukur rambut ketiak.


Mitos Kedua : Memakai deodoran setelah mencukur rambut ketiak membuat bahan kimia yang berbahaya jadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan kanker payudara.

Faktanya : Jika Anda bercukur dan tak sengaja melukai kulit ketiak Anda, kulit Anda berisiko terkena infeksi. Dan jika kulit yang luka atau terinfeksi terkena paparan deodoran, tentu saja akan menimbulkan iritasi kulit. Bukan kanker payudara.


Mitos Ketiga : Deodoran mengandung bahan kimia bernama parabens yang menyebabkan kanker.

Faktanya : Penelitian menunjukkan bahwa parabens mengandung substansi yang mirip dengan hormon estrogen. Jika tubuh terpapar banyak estrogen, risiko kanker payudara memang meningkat. Namun estrogen yang terdapat dalam parabens jauh lebih sedikit dibanding estrogen yang dihasilkan secara alami oleh tubuh kita. Fakta lainnya: parabens tak hanya terdapat pada deodoran, tapi juga shampo, body lotion, sun screen, dan berbagai jenis make up. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa parabens bisa ditemukan pada urine 99% manusia. Dan hingga kini belum ada bukti bahwa parabens menyebabkan kanker.



Mitos Keempat : Antiperspirant membuat produksi keringat berkurang. Racun-racun berbahaya di dalam tubuh pun jadi tak terbuang.

Faktanya : Tubuh membersihkan diri dari racun-racun yang berpotensi menyebabkan kanker bukan lewat keringat, melainkan dengan bantuan ginjal dan hati. Bahan-bahan berbahaya ini "diusir" keluar dari darah melalui urine dan feces.


Mitos Kelima : Risiko kanker payudara bagi pria lebih kecil karena mereka tak mencukur bulu ketiak dan bahan-bahan deodoran tak terserap masuk ke dalam kulit.

Faktanya : Pria lebih jarang terkena kanker payudara dibanding wanita karean pria memiliki jaringan payudara yang lebih sedikit dibanding wanita. Jaringan payudara wanita jumlahnya seratus kali lipat pria, jadi wajar saja jika risiko kanker payudara pada wanita pun seratus kali lebih besar. Hal lain yang menyebabkan perbedaan tingginya risiko kanker payudara adalah hormon. Jika seorang pria memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi, ia pun berisiko lebih besar untuk terkena kanker payudara. Semua tak ada hubungannya dengan rambut ketiak maupun penggunaan deodoran.



info by : http://id.promotion.yahoo.com

Sunday, March 20, 2011

Wow, Mimpi Bisa Diatur dengan Aplikasi iPhone



Bagaimana jika kita bisa mengatur mimpi sendiri? Hal itu bisa saja dilakukan. Karena kini telah diciptakan aplikasi yang memungkinkan kita mengontrol mimpi dan memasuki pikiran bawah sadar.

Aplikasi ajaib itu bernama Dream Control, yang dikembangkan spesialis hipnotis Dr. Norman Miller. Melalui proses yang disebut hypnovisualization, Dream Control akan memandu penggunanya mendapatkan perasaan rileks dan mengajarkan bagaimana mengontrol mimpi mereka untuk tujuan yang positif.

Dengan mengatur mimpinya, bisa mendorong si pengguna memenuhi tujuan hidup dan mencapai apa yang dia inginkan dalam hidup.

Sang pencipta, Norman mengklaim, Dream Control merupakan alat mudah untuk membantu pengguna membuat perubahan positif di hidup mereka. Mereka melakukannya dengan mengakses pikiran saat sadar melalui mimpi.

"Pikiran Anda sebenarnya sadar secara penuh, hanya tubuh yang beristirahat," jelas Norman, seperti dikutip dari inewsandapps.

Cara kerja aplikasi ini adalah merekam pesan dan suara yang bisa 'diputar' ketika seseorang tidur. Selain bisa memasukkan rekaman suara sendiri, aplikasi yang kompatibel dengan iPhone, iPod Touch dan iPad ini juga telah menyediakan 'suara mimpi' bawaan seperti tepukan tangan, rintik hujan dan pesawat terbang.

Rekaman suara dan pesan akan didengarkan selama 40 menit sebelum tidur dengan kondisi fisik dan mental yang sangat rileks. Nantinya, rekaman suara tersebut akan terekam dalam pikiran dan hadir secara visual dalam bentuk mimpi.

Jangan khawatir Anda akan bermimpi buruk, karena Dream Control dirancang hanya untuk hal-hal yang menyenangkan, agar membantu penggunanya menjalani hidup yang diinginkan seperti dalam mimpi.

Dream Control dijual dengan harga Rp 261 ribu dan bisa didapatkan melalui App Store, kategori Entertainment.


info by : wolipop