Kesetiaan = kesabaran. Sabar berjuang bersama orang yang dicinta dalam menjalani kehidupan dan berbahagia dalam perjalanan itu. #pepatah
Apapun yg terjadi, bersyukurlah, karena apapun yg buatmu tersenyum membuatmu kuat, apapun yg buatmu menangis membuatmu lebih kuat. #pepatah
Jangan berpikir kamu yang terbaik ketika kamu di atas. Jangan berpikir kamu yang terburuk ketika kamu di bawah. #pepatah
Tuhan punya rencana hebat tuk masa depanmu, tapi kamu tak akan bisa sepenuhnya sadar, jika kamu tak mampu bebas dari masa lalumu. #pepatah
Doaku hari ini: Tuhan, beri aku kekuatan untuk tetap tegar menerima semua cobaan. Jangan Kau biarkan aku berputus asa. #pepatah
Cara termudah tuk dapatkan bahagia dalam hidup ini adalah membebaskan hatimu dari benci dan membebaskan pikiranmu dari rasa cemas. #pepatah
Berhati-hatilah dalam memperlakukan seseorang yg peduli padamu, karena dia mungkin pergi darimu dan tak akan pernah kembali. #pepatah
Salah satu hal tersulit ketika dia yg kamu cinta menyakitimu adalah dia tak menyadari bahwa dia alasan kamu bersedih. #pepatah
Terkadang hidup memberimu banyak masalah karena itulah cara membentukmu dan membawamu pada akhir yang indah. -@WilzKanadi #pepatah
angan takut jatuh cinta, meski pernah terluka. Karena dia yg selanjutnya mungkin dia yg tepat yg mampu buatmu bahagia. #pepatah
Butuh banyak keberanian tuk memutuskan hidup sendiri daripada bersama seseorang yg tak pernah hargai dirimu. BE BRAVE! #pepatah
You can love me or hate me... but either way, I am still me! #DamnItsTrue
Bahagia itu seperti pelangi. Terkadang kamu hanya mampu melihatnya setelah kamu cukup lelah menghapus air mata. Jangan putus asa! #pepatah
Kadang tak peduli seberapa besar kamu mencintai seseorang, kamu terpaksa melepasnya, karena hatimu terlalu lelah tuk bertahan. #pepatah
Tuhan tahu apa yg terbaik untukmu, bahkan jika kamu berpikir Dia tak mendengar doamu. Semua akan indah pada waktunya, Percayalah! #pepatah
Tuesday, June 7, 2011
Menikmati Wajah Gunung
Seorang anak mengungkapkan rasa penasarannya kepada ayahnya. “Yah, seperti apa sih rupa gunung itu?” Sang ayah tidak menjawab. Ia hanya bilang, “Baiklah, kita berangkat menuju gunung. Akan kamu lihat seperti apa wajah gunung itu.”
Berangkatlah mereka berdua dengan mengendarai mobil. Perjalanan lumayan lama, karena jarak antara tempat tinggal mereka dengan gunung terdekat bisa menghabiskan waktu empat jam dengan mobil. Jarak yang lumayan jauh. Bahkan sangat jauh untuk ukuran seorang anak usia enam tahun.
Ketika perjalanan sudah menempuh hampir separuh jarak, anak itu berteriak, “Hore, gunungnya sudah kelihatan.” Dari balik kaca mobil, sebuah gunung membiru terlihat begitu anggun. Puncaknya menjulang ke langit nan biru dan menembus awan putih. “Oh, indahnya gunung itu,” ucap sang anak. Ia benar-benar kagum.
Mobil pun terus melaju. Jalan yang ditempuh tidak lagi lurus dan datar, tapi sudah berkelok dan naik turun. Wajah gunung pun terlihat hijau karena dedaunan pohon mulai tampak walaupun cuma didominasi warna. Anak itu berujar lagi, “Oh, ternyata gunung itu berwarna hijau. Ada pohon-pohon kecil yang berjajar.”
Sambil menikmati pemandangan sekitar, anak itu pun menyanyikan lagu: “Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…” Hingga, perjalanan berhenti pada sebuah dataran yang sangat tinggi. Dari situlah mereka bukan hanya bisa melihat wajah gunung yang asli, tapi juga bisa memegang dan menginjak gunung. Mereka sudah berada di puncak gunung.
“Gunungnya mana, Yah?” tanya anak itu keheranan. “Inilah wajah gunung yang kamu cari, tanah yang sedang kita injak,” jawab sang ayah sambil menunjuk ke tanah yang menanjak dan menurun. Anak itu agak heran. “Ini? Tanah yang gersang ini? Tanah yang cuma berisi batu dan pohon-pohon kecil dengan air sungainya yang keruh?”
Sang ayah mengangguk pelan. Ia menangkap warna kekecewaan yang begitu dalam pada diri anaknya. “Anakku, mari kita pulang. Mari kita nikmati wajah gunung dari kejauhan. Mungkin, dari sanalah kita bisa mengatakan bahwa gunung itu indah…”
***
Ketika seseorang sudah menjadi ‘gunung-gunung’ di masyarakatnya. Di mana, wajahnya bisa dilihat orang banyak, suaranya didengar banyak orang; akan muncul penasaran orang-orang yang melihat dan mendengar tokoh baru itu. Mereka ingin tahu, seperti apakah wajah sang tokoh ketika dilihat dari dekat: perilakunya, kehidupan rumah tangganya, dan hal-hal detil lain.
Sayangnya, tidak semua ‘gunung’ yang terlihat indah ketika jauh, benar-benar indah di saat dekat. Para peminat yang ingin dekat dengan ‘gunung’ itu pun pasti kecewa. Ternyata, ‘gunung’ yang dari jauh indah itu, menyimpan banyak cacat. Keindahannya semu.
Mari, kita bangun ‘gunung-gunung’ diri yang benar-benar indah: baik dari jauh, apalagi dekat. Jangan biarkan mereka yang semula kagum, menjadi kecewa. Jangan sampai ada orang-orang yang berujar persis seperti sang ayah bilang, “Anakku, mari kita menjauh. Mungkin hanya dari kejauhanlah, kita bisa mengatakan bahwa ‘gunung’ itu indah…”(*)
(*)Penulis: Ustadz Muhammad Nuh
Berangkatlah mereka berdua dengan mengendarai mobil. Perjalanan lumayan lama, karena jarak antara tempat tinggal mereka dengan gunung terdekat bisa menghabiskan waktu empat jam dengan mobil. Jarak yang lumayan jauh. Bahkan sangat jauh untuk ukuran seorang anak usia enam tahun.
Ketika perjalanan sudah menempuh hampir separuh jarak, anak itu berteriak, “Hore, gunungnya sudah kelihatan.” Dari balik kaca mobil, sebuah gunung membiru terlihat begitu anggun. Puncaknya menjulang ke langit nan biru dan menembus awan putih. “Oh, indahnya gunung itu,” ucap sang anak. Ia benar-benar kagum.
Mobil pun terus melaju. Jalan yang ditempuh tidak lagi lurus dan datar, tapi sudah berkelok dan naik turun. Wajah gunung pun terlihat hijau karena dedaunan pohon mulai tampak walaupun cuma didominasi warna. Anak itu berujar lagi, “Oh, ternyata gunung itu berwarna hijau. Ada pohon-pohon kecil yang berjajar.”
Sambil menikmati pemandangan sekitar, anak itu pun menyanyikan lagu: “Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…” Hingga, perjalanan berhenti pada sebuah dataran yang sangat tinggi. Dari situlah mereka bukan hanya bisa melihat wajah gunung yang asli, tapi juga bisa memegang dan menginjak gunung. Mereka sudah berada di puncak gunung.
“Gunungnya mana, Yah?” tanya anak itu keheranan. “Inilah wajah gunung yang kamu cari, tanah yang sedang kita injak,” jawab sang ayah sambil menunjuk ke tanah yang menanjak dan menurun. Anak itu agak heran. “Ini? Tanah yang gersang ini? Tanah yang cuma berisi batu dan pohon-pohon kecil dengan air sungainya yang keruh?”
Sang ayah mengangguk pelan. Ia menangkap warna kekecewaan yang begitu dalam pada diri anaknya. “Anakku, mari kita pulang. Mari kita nikmati wajah gunung dari kejauhan. Mungkin, dari sanalah kita bisa mengatakan bahwa gunung itu indah…”
***
Ketika seseorang sudah menjadi ‘gunung-gunung’ di masyarakatnya. Di mana, wajahnya bisa dilihat orang banyak, suaranya didengar banyak orang; akan muncul penasaran orang-orang yang melihat dan mendengar tokoh baru itu. Mereka ingin tahu, seperti apakah wajah sang tokoh ketika dilihat dari dekat: perilakunya, kehidupan rumah tangganya, dan hal-hal detil lain.
Sayangnya, tidak semua ‘gunung’ yang terlihat indah ketika jauh, benar-benar indah di saat dekat. Para peminat yang ingin dekat dengan ‘gunung’ itu pun pasti kecewa. Ternyata, ‘gunung’ yang dari jauh indah itu, menyimpan banyak cacat. Keindahannya semu.
Mari, kita bangun ‘gunung-gunung’ diri yang benar-benar indah: baik dari jauh, apalagi dekat. Jangan biarkan mereka yang semula kagum, menjadi kecewa. Jangan sampai ada orang-orang yang berujar persis seperti sang ayah bilang, “Anakku, mari kita menjauh. Mungkin hanya dari kejauhanlah, kita bisa mengatakan bahwa ‘gunung’ itu indah…”(*)
(*)Penulis: Ustadz Muhammad Nuh
Wednesday, June 1, 2011
Pepatah
Kamu tak akn bisa melupakan seseorng yg pernah sangat kamu cintai, kecuali kamu mau belajar tuk mencintai seseorang yg lain. #pepatah
Berhenti mengejar seseorang yg kamu pikir pantas kamu dapatkan. Lebih baik persiap dirimu tuk seseorang yg memang pantas untukmu. #pepatah
Kadang kamu harus mendengarkan mereka yg lebih tua, bukan karena mereka selalu benar, tapi mereka lebih banyak tahu mana yg salah. #pepatah
Terkadang kamu harus berpura-pura bahagia dan baik-baik saja. Hingga kamu menyadari bahwa hal itu jadi kekuatanmu tuk melangkah. #pepatah
Tindakan yg tepat di saat ini adalah permintaan maaf yg terbaik yg bisa kamu berikan tuk tindakan yg salah di masa lalu. #pepatah
Dalam hidup, kamu tak bisa menghindari rasa sakit, tapi kamu bisa memilih apakah sakit itu mendewasakanmu atau buatmu terpuruk. #pepatah
berhentilah menjadi yg kedua dalam hidup seseorang, padahal kamu cukup baik tuk menjadi yg pertama dalam hidup yg lain. #pepatah
Di masa yg baik maupun buruk, seorang sahabat akan selalu berada di sisimu. That's what friends are for. #pepatah
Terus memikirkan apa yg terjadi di masa lalu hanya membuat kamu tak menyadari bahwa semua yg terjadi adalah tuk kebaikanmu. #pepatah
Kesempatan tak selalu datang dua kali, lebih baik bertindak cepat & salah daripada ragu hingga menyesali kesempatan telah berlalu. #pepatah
Belajarlah dari masa lalu tuk memperoleh pelajaran tuk hari ini, dan dari pelajaran hari ini tuk hidup yg lebih baik di masa depan. #pepatah
Jangan pernah lari dari masalah, mereka akan selalu mengikutimu. Hadapilah, mereka akan membuatmu menjadi pribadi yg lebih kuat. #pepatah
Seberat apapun masalah yg kamu hadapi saat ini, selama kamu masih bernafas, kamu punya alasan tuk tersenyum. #pepatah
Menghindari masalah yg harus kamu hadapi itu seperti menghindari kehidupan yg harus kamu jalani. -@paulocoelho #pepatah
Berhenti mengejar seseorang yg kamu pikir pantas kamu dapatkan. Lebih baik persiap dirimu tuk seseorang yg memang pantas untukmu. #pepatah
Kadang kamu harus mendengarkan mereka yg lebih tua, bukan karena mereka selalu benar, tapi mereka lebih banyak tahu mana yg salah. #pepatah
Terkadang kamu harus berpura-pura bahagia dan baik-baik saja. Hingga kamu menyadari bahwa hal itu jadi kekuatanmu tuk melangkah. #pepatah
Tindakan yg tepat di saat ini adalah permintaan maaf yg terbaik yg bisa kamu berikan tuk tindakan yg salah di masa lalu. #pepatah
Dalam hidup, kamu tak bisa menghindari rasa sakit, tapi kamu bisa memilih apakah sakit itu mendewasakanmu atau buatmu terpuruk. #pepatah
berhentilah menjadi yg kedua dalam hidup seseorang, padahal kamu cukup baik tuk menjadi yg pertama dalam hidup yg lain. #pepatah
Di masa yg baik maupun buruk, seorang sahabat akan selalu berada di sisimu. That's what friends are for. #pepatah
Terus memikirkan apa yg terjadi di masa lalu hanya membuat kamu tak menyadari bahwa semua yg terjadi adalah tuk kebaikanmu. #pepatah
Kesempatan tak selalu datang dua kali, lebih baik bertindak cepat & salah daripada ragu hingga menyesali kesempatan telah berlalu. #pepatah
Belajarlah dari masa lalu tuk memperoleh pelajaran tuk hari ini, dan dari pelajaran hari ini tuk hidup yg lebih baik di masa depan. #pepatah
Jangan pernah lari dari masalah, mereka akan selalu mengikutimu. Hadapilah, mereka akan membuatmu menjadi pribadi yg lebih kuat. #pepatah
Seberat apapun masalah yg kamu hadapi saat ini, selama kamu masih bernafas, kamu punya alasan tuk tersenyum. #pepatah
Menghindari masalah yg harus kamu hadapi itu seperti menghindari kehidupan yg harus kamu jalani. -@paulocoelho #pepatah
Subscribe to:
Posts (Atom)